Selasa, 26 April 2011

Mengenal Frasa

Oleh Cie_Poet
Diskusi Bahasa Indonesia kelas XII-IPA 3

Dalam kehidupan sehari-hari kita tak pernah lepas dari kata-kata. Dengan kata kita dapat membuat frase atau frasa. Frasa adalah sebuah istilah linguistik. Lebih tepatnya, frasa merupakan satuan linguistik yang lebih besar dari kata dan lebih kecil dari klausa dan kalimat. Frasa adalah kumpulan kata nonpredikatif. Artinya frasa tidak memiliki predikat dalam strukturnya. Itu yang membedakan frasa dari klausa dan kalimat.
Frasa erat kaitannya dengan bahasa indonesia di Indonesia. Dengan mempelajari frasa bahasa Indonesia, kita dapat memahami makna dua kata bahasa Indonesia atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi unsur klausa.
Kekurangan penulis dalam memahami frasa menimbulkan keingintahuan terhadap frasa. Oleh karena itu, penulis bermaksud mempelajari sebuah frasa bahasa indonesia beserta macam dan maknanya. Dengan maksud tersebut, penulis ingin mengetahui arti frasa bahasa indonesia beserta macam dan maknanya serta memenuhi rasa keingintahuan penulis.

  1. Pengertian Frasa
Beberapa pengertian yang diperoleh tentang frasa dari berbagai media :
-          Menurut M Ramlan (Sintaksis : 138), frasa merupakan satuan gramatik yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi unsur klausa,
-          Menurut Ivan lanin, frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif,
-          Dari Indonesia Wordpress, frasa adalah satuan gramatik yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi,
-          Menurut Ninizamsmada dari blognya, frasa merupakan bagian dari kalimat yang terdiri atas 2 kata atau lebih yang tidak melebihi batas fungsi,
-          Dari Wikipedia Bahasa Indonesia, frasa merupakan satuan linguistik yang lebih besar dari kata dan lebih kecil dari klausa dan kalimat.
Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa frasa adalah satuan gramatik yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi tertentu.
B.    Contoh Frasa Berdasarkan Jenisnya
1.   Frasa Endosentrik
Telah diketahui bahwa, frasa endosentrik adalah frasa yang mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya. Contoh frasa endosentrik berdasarkan golongannya sebagai berikut.
a.       Frasa endosentrik yang koordinatif
Telah diketahui bahwa frasa endosentrik yang koordinatif merupakan frasa yang terdiri dari unsur-unsur yang setara. Frasa ini dapat dibuktikan oleh kemungkinan unsur-unsur itu dihubungkan dengan kata penghubung.
      Contoh : kakek nenek => kakek dan nenek / kakek atau nenek
      Frasa kakek nenek dapat dihubungkan dengan kata penghubung dan atau atau.
b.   Frasa endosentrik  yang atributif
Telah diketahui bahwa frasa endosentrik yang atributif merupakan frasa yang terdiri dari unsur-unsur yang tidak setara. Oleh karena itu, unsur-unsurnya tidak mungkin dapat dihubungkan.
Contoh : perjalanan panjang
Frasa perjalanan panjang tidak dapat dihubungkan dengan kata penghubung dan atau atau. Perjalanan merupakan unsur pusat frasa dan panjang merupakan atributif frasa.
c.       Frasa endosentrik yang apositif
Telah diketahui bahwa frasa endosentrik yang apositif merupakan frasa yang unsurnya sama dengan unsur lainnya.
Contoh : Sule, adik temanku
Frasa Sule adik temanku merupakan frasa yang unsur-unsurnya tidak dapat dihubungkan dengan kata penghubung dan secara semantik atau analisa bahasa secara logis unsur yang satu, dalam hal ini unsur Sule sama dengan unsur adik temanku.

2.      Frasa Eksosentrik
Telah dijelaskan bahwa frasa eksosentrik ialah frasa yang tidak mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya.
Contoh dalam kalimat : Adi berhenti di depan rumahku
Frasa di depan rumahku tidak memiliki distribusi yang sama dengan semua unsurnya. Untuk lebih jelasnya, maksud frasa tersebut dapat dilihat dari jajaran berikut.
Adi berhenti di ....
Adi berhenti ... depan rumahku

3.      Frasa Nominal, Frasa Verbal, Frasa Bilangan, Frasa Keterangan, dan Frasa Depan
Telah dijelaskan bahwa berdasarkan persamaan distribusi dengan golongan kategori kata, frasa dibedakan menjadi :
a.       Frase Nominal
Telah dijelaskan bahwa frasa nominal merupakan frasa yang memiliki distribusi yang sama dengan kata nominal. Frasa nominal memiliki beberapa kategori sebagai berikut.
- unsur nominal diikuti unsure nominal
Contoh :
- ayah ibu
- komputer ayah
- unsur nominal diikuti unsur verbal
Contoh :
- kalung indah
- komputer baru
                        - unsur nominal diikuti unsur bilangan
                        Contoh :
                        - ayam lima ekor
                        - pena dua buah
                        - unsur nominal diikuti unsur keterangan
                        Contoh :
                        - majalah edisi minggu kemarin
                        - koran edisi bulan lalu
                        - unsur nominal diikuti unsur dari frasa depan
                        Contoh :
- kue dari Shinta
- kado untuk Hasan
- unsur nominal didahului unsur bilangan
Contoh :
- lima ekor ayam
- dua buah pena
- unsur nominal didahului unsur sebagai kata sandang
Contoh :
- si Bajul
- sang Raja
- unsur kata yang diikuti unsur nominal
Contoh :
- yang ini
- yang itu
- unsur kata yang diikuti unsur verbal
Contoh :
- yang baru
- yang cantik
- unsur kata yang diikuti unsur bilangan
Contoh :
- yang kesepuluh
- yang pertama
- unsur kata yang diikuti unsur keterangan
Contoh :
- yang tadi pagi
- yang kemarin sore
- unsur kata yang diikuti unsur dari frasa depan
Contoh
- yang ke Panjer
- yang dari sekolah

b.      Frasa Verbal
Telah dijelaskan bahwa frasa verbal merupakan frasa yang mempunyai distribusi yang sama dengan golongan kata verbal. Kategori frasa verbal sebagai berikut.
- unsur kata tambah diikuti unsur verbal
Contoh :
- baru tidur                  - sering berbohong      - sedang tidur
- sudah membaca        - dapat berbicara         - tidak makan
Yang termasuk kata tambah : sudah, sering, dapat, sedang, baru, tidak, dan lain-lain.
- unsur verbal diikuti unsur verbal
Contoh :
- makan sambil berbicara
- minum kopi dan merokok

c.       Frasa Bilangan
Telah dijelaskan bahwa frasa bilangan merupakan frasa yang mempunyai distribusi yang sama dengan kata bilangan. Kategori frasa tersebut sebagai berikut.
- unsur bilangan diikuti unsur dari kata penyukat
Contoh :
- lima ekor
- lima botol
- unsur bilangan diikuti atau didahului unsur dari kata tambah
Contoh :
- satu saja
- hanya dua

d.      Frasa Keterangan
Telah dijelaskan bahwa frasa keterangan merupakan frasa yang mempunyai distribusi yang sama dengan kata keterangan. Kategori frasa tersebut yaitu unsur kata keterangan didahului atau diikuti unsur keterangan. Kata keterangan contohnya : kemarin, tadi, besok, lusa, sekarang.
Contoh frasa :
- kemarin malam
- tadi siang

e.       Frasa Depan
Telah dijelaskan bahwa frasa depan merupakan frasa yang terdiri dari kata depan sebagai penanda, diikuti oleh kata atau frase sebagai aksisnya. Misalnya : dari sekolah, di ruang makan.

C.     Sifat Frasa
Telah dijelaskan bahwa frasa memiliki dua sifat sebagai berikut.
a.       Frasa merupakan satuan gramatik yang terdiri dari dua kata atau lebih.
Maksudnya, frasa tersebut merupakan satuan-satuan yang mengandung arti yang memiliki dua buah kata atau lebih.
b.      Frasa merupakan satuan yang tidak melebihi batas fungsi unsur klausa. Maksudnya, frasa itu selalu terdapat dalam satu fungsi unsur klausa seperti subjek, predikat, objek, atau keterangan.
      D.  Hubungan Makna dalam Frasa
Makna sebuah frasa memiliki hubungan antara unsur-unsurnya. Beberapa hubungan makna tersebut sebagai berikut.
    1. Penjumlahan
Hubungan makna ini ditandai oleh kemungkinan diletakkannya kata penghubung dan di antara kedua unsurnya. Contohnya ada pada frasa nominal dan frasa verbal.
    1. Pemilihan
Hubungan makna ini ditandai oleh kemungkinan diletakkannya kata atau di antara keduanya. Contohnya ada pada frasa nominal dan frasa verbal.
    1. Kesamaan
Hubungan makna ini ditandai oleh kemungkinan diletakkannya kata adalah, merupakan, ialah, serta kata yang sama maknanya dengan kata tersebut diantara kedua unsurnya. Contohnya ada pada frasa nominal
    1. Penerang
Hubungan makna ini ditandai oleh kemungkinan diletakkannya kata yang diantara kedua unsurnya. Contohnya ada pada frasa nominal
    1. Pembatas
Hubungan makna ini ditandai oleh tidak mungkinnya diletakkan kata yang, dan, atau, dan adalah di antara unsur frasa yang terdiri dari nominal diikuti nominal. Contohnya ada pada frasa nominal.
    1. Penentu atau petunjuk
Hubungan makna ini ditandai oleh unsur frasa yang dapat ditambah dengan kata itu sesudahnya. Cintohnya ada pada frasa nominal.
    1. Jumlah
Suatu frasa dapat memiliki makna jumlah. Misalnya, dua buah pena yang merupakan contoh dari frasa nominal.

    1. Sebutan
Suatu frasa dapat memiliki makna sebutan. Misalnya, si Bajul yang merupakan contoh dari frasa nominal.
    1. Ragam
Hubungan makna ragam yaitu menyatakan sikap pembicara terhadap tindakan atau peristiwa yang tersebut pada kata verbal. Misalnya, mungkin marah yang merupakan contoh dari frasa verbal.
    1. Negatif
Unsur frasa menyatakan hubungan makna negatif. Misalnya, tidak memperhatikan yang merupakan contoh dari frasa verbal.
    1. Aspek
Aspek menyatakan berlangsungnya perbuatan. Misalnya, akan tidur, sudah makan, masih belajar, sering kesiangan yang merupakan contoh dari frasa verbal.
    1. Tingkat
Unsur frasa ada yang memiliki makna tingkat. Misalnya, kurang kuat yang merupakan contoh dari frasa verbal
    1. Keberadaan di suatu tempat
Unsur frasa tersebut dapat menjawab pertanyaan ’di mana’, atau menyatakan keberadaan suatu tempat. Misalnya ada pada frasa depan yang diawali dengan kata di.
    1. Permulaan
Unsur kata tersebut menyatakan sebuah permualaan yang ditandai dengan adanya kata dari sebagai unsur preposisi. Contohnya ada pada frasa depan.
    1. Cara.
Unsur kata tersebut menjelaskan cara dengan ditandai dengan adanya kata dengan sebagai unsur preposisi. Contohnya ada pada frasa depan.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar